Kuliah 3 dan 4
Manajemen Humas
MPI 3 IAI Al-Khaiat
Peranan, Kegiatan, dan Media Humas Sekolah
1.
Peranan
Humas Sekolah
menurut Dozier & Broom peranan humas dibagi empat kategori
menurut Dozier & Broom yaitu
a.
Expert
Prescriber, membantu perusahaan atau organisasi
mencari solusi dalam penyelesaian masalah dengan publiknya.
b.
Communication
Fasilitator, PRO (Public Relations Officer),
yang bertindak sebagai fasilitator atau mediator untuk membantu pihak manajemen
dalam hal mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya.
c.
Problem
solving process fasilitator, yang membantu
pimpinan organisasi baik sebagai penasehat (adviser) hingga mengambil tindakan
eksekusi/keputusan dalam masalah dengan publik.
d.
Communication
technician, menyediakan layanan teknis
komunikasi yang pelaksanaannya tergantung masing-masing level atau bagian,
mulai dari pimpinan sampai bawahan[1]
Peran humas di
sekolah
a.
Membina
hubungan harmonis dengan masyarakat internal dan masyarakat eksternal
b.
Membina
komunikasi dengan masyarakat internal dan masyarakat eksternal dengan menyebar
pesan, informasi, hasil penelitian, dan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan
pemimpin
c.
Mengidentifikasi
dan menganalisis suatu opini atau berbagai pesoalan, baik yang ada di lembaga
pendidikan maupun yang ada di masyarakat
d.
mendengar
keinginan atau aspirasi-aspirasi yang terdapat dalam masyarakat
e.
Terampil
dalam menterjemahkan kebijakan-kebijakan pimpinan dengan baik.[2]
2.
Kegiatan
Humas Sekolah
a.
Kegiatan
internal
Kegiatan internal merupakan kegiatan publisitas ke dalam yang
sasarannya warga sekolah, yakni para guru, para tenaga administrasi (tata
usaha), dan para siswa.[3]
Pada prinsipnya kegiatan internal bertujuan untuk:
a.
Memberi
penjelasan tentang kebijaksanaan penyelenggaraan dan perkembangan sekolah
b.
Menampung saran
dan pendapat warga sekolah yang berhubungan dengan pembinaan dan pengembangan
sekolah
c.
Memelihara
hubungan harmonis sehingga tercapai satu kerja sama antarwarga sekolah.[4]
Kegiatan internal dibedakan atas kegiatan langsung, yaitu tatap
muka langsung, dan kegiatan tidak langsung yaitu kegiatan melalui media
tertentu.[5]
Kegiatan langsung, antara lain berupa:
a.
Rapat dewan
guru
b.
Upacara sekolah
c.
Karyasiwata
atau rekreasi bersama
d.
Penjelasan
lisan di berbagai kesempatan, misalnya pada acara arisan dan swalayan
Kegiatan tidak langsung, antara lain berupa:
a.
Penyampaian
informasi melalui surat edaran
b.
Penggunaan
papan pengumuman sekolah
c.
Penyelenggaraan
majalah dinding
d.
Penerbitan
buletin untuk dibagikan kepada warga sekolah
e.
Pemasangan iklan
atau pemberitahuan khusus melalui media massa pada kesempatan-kesempatan
tertentu
f.
Pelaksanaan
kegiatan tatap muka yang tidak bersifat rutin, antara lain pentas seni dan
acara tutup tahun.
Kegiatan
eksternal
Kegiatan eksternal adalah kegiatan yang ditujukan kepada publik
atau masyarakat di luar sekolah. Kegiatan eksternal dibedakan menjadi dua yaitu
kegiatan langsung dan kegiatan tidak langsung.
Kegiatan langsung adalah kegiatan yang dilaksanakan secara langsung
misalnya rapat dengan komite sekolah, konsultasi dengan tokoh masyarakat, dan
melayani kunjungan tamu. Kegiatan tidak langsung adalah kegiatan yang
berhubungan dengan masyarakat melalui perantara media tertentu, misalnya
malalui televisi, radio, media cetak, pameran, dan penerbitan majalah.
3.
Media
Humas Sekolah
a.
Media dan Alat
Kegiatan Humas Sekolah
Media dan alat kegiatan humas sekolah dapat dibedakan menjadi tiga
yaitu:
1)
Media dan alat
kegiatan humas sekolah yang bersifat visual (indra penghlihatan)
2)
Media dan alat
kegiatan humas sekolah yang bersifat audio (indra pendengaran)
3)
Media dan alat
kegiatan humas sekolah yang bersifat audiovisual (indra penglihatan dan
pendengaran.[6]
Media dan alat kegiatan humas
sekolah yang bersifat visual dapat berupa:
1)
Pameran sekolah
2)
Foto peristiwa
penting
3)
Proyektor
dengan slidenya
4)
Majalah dinding
5)
Buletin
6)
Surat kabar
7)
Surat
8)
Selebaran
9)
Pamplet,
poster, spanduk
10)
Lambang
11)
Bendera
12)
Karikatur
13)
Gambar
14)
Buku paper,
kliping, laporan
15)
Papan
pengumuman
16)
Mesin ketik,
mesin stensil
17)
Majalah sekolah
18)
Studi lapangan
(field study)
19)
Pekan olahraga
20)
Piagam, vandal
21)
Kepramukaan
22)
Pakaian
seragam, lencana[7]
Media dan alat kegiatan humas
sekolah yang bersifat audio antara lain:
1)
Radio
2)
Tape recorder
3)
Piringan hitam
4)
Telepon
5)
Pengeras suara
6)
Aipon
7)
Kesenian dan alatnya
8)
Wawancara,
tanya jawab, dengar pendapat[8]
Media dan alat kegiata humas sekolah yang bersifat
audiovisual antara lain:
1)
Film
2)
Televisi
3)
Sandiwara,
wayang, ketoprak
4)
Tari
5)
Ceramah
6)
Rapat
7)
Diskusi,
seminar
8)
Pertemuan,
musyawarah
9)
Peringatan hari
bersejarah
10)
Acara tutup
tahun
11)
Kegiatan sosial
masyarakat
12)
Konferensi pers
13)
Kunjungan ke
rumah (home visit
14)
Tamu undangan,
kunjungan tamu
15)
Pawai dan
karnaval. )[9]
Referensi
Dozier, D. M. & Broom, G. M.
(1986). Advancement for Public Relations Role Models. Public Relations
Review
Zulkarnain Nasution, Manajemen
Humas di Lembaga Pendidikan : Konsep, Fenomena dan Aplikasinya, UMM Press,
Malang, 2010, Hal. 3
Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan-Teori dan Praktik,
Yogyakarta, UII Press, 2016.
[1]
Dozier, D. M. & Broom, G. M. (1986). Advancement for Public Relations
Role Models. Public Relations Review
[2]
Zulkarnain Nasution, Manajemen Humas di Lembaga Pendidikan : Konsep, Fenomena
dan Aplikasinya, UMM Press, Malang, 2010, Hal. 3
[3] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan-Teori dan Praktik,
Yogyakarta, UII Press, 2016.
[4] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan
[5] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan
[6] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan
[7] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan
[8] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan
[9] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan
No comments:
Post a Comment