Saturday, October 12, 2024

Kuliah 3 dan 4 Manajemen Humas dan Layanan Publik

Kuliah 3 dan 4

Manajemen Humas

MPI 3 IAI Al-Khaiat

 

Peranan, Kegiatan, dan Media Humas Sekolah

1.    Peranan Humas Sekolah

menurut Dozier & Broom peranan humas dibagi empat kategori menurut Dozier & Broom yaitu

a.    Expert Prescriber, membantu perusahaan atau organisasi mencari solusi dalam penyelesaian masalah dengan publiknya.

b.    Communication Fasilitator, PRO (Public Relations Officer), yang bertindak sebagai fasilitator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya.

c.    Problem solving process fasilitator, yang membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasehat (adviser) hingga mengambil tindakan eksekusi/keputusan dalam masalah dengan publik.

d.    Communication technician, menyediakan layanan teknis komunikasi yang pelaksanaannya tergantung masing-masing level atau bagian, mulai dari pimpinan sampai bawahan[1]

 

Peran humas di sekolah

a.       Membina hubungan harmonis dengan masyarakat internal dan masyarakat eksternal

b.      Membina komunikasi dengan masyarakat internal dan masyarakat eksternal dengan menyebar pesan, informasi, hasil penelitian, dan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan pemimpin

c.       Mengidentifikasi dan menganalisis suatu opini atau berbagai pesoalan, baik yang ada di lembaga pendidikan maupun yang ada di masyarakat

d.      mendengar keinginan atau aspirasi-aspirasi yang terdapat dalam masyarakat

e.       Terampil dalam menterjemahkan kebijakan-kebijakan pimpinan dengan baik.[2]

 

2.    Kegiatan Humas Sekolah

a.    Kegiatan internal

Kegiatan internal merupakan kegiatan publisitas ke dalam yang sasarannya warga sekolah, yakni para guru, para tenaga administrasi (tata usaha), dan para siswa.[3]

Pada prinsipnya kegiatan internal bertujuan untuk:

a.    Memberi penjelasan tentang kebijaksanaan penyelenggaraan dan perkembangan sekolah

b.    Menampung saran dan pendapat warga sekolah yang berhubungan dengan pembinaan dan pengembangan sekolah

c.    Memelihara hubungan harmonis sehingga tercapai satu kerja sama antarwarga sekolah.[4]

 

Kegiatan internal dibedakan atas kegiatan langsung, yaitu tatap muka langsung, dan kegiatan tidak langsung yaitu kegiatan melalui media tertentu.[5]

 

 

Kegiatan langsung, antara lain berupa:

a.    Rapat dewan guru

b.    Upacara sekolah

c.    Karyasiwata atau rekreasi bersama

d.    Penjelasan lisan di berbagai kesempatan, misalnya pada acara arisan dan swalayan

 

Kegiatan tidak langsung, antara lain berupa:

a.    Penyampaian informasi melalui surat edaran

b.    Penggunaan papan pengumuman sekolah

c.    Penyelenggaraan majalah dinding

d.    Penerbitan buletin untuk dibagikan kepada warga sekolah

e.    Pemasangan iklan atau pemberitahuan khusus melalui media massa pada kesempatan-kesempatan tertentu

f.     Pelaksanaan kegiatan tatap muka yang tidak bersifat rutin, antara lain pentas seni dan acara tutup tahun.

 

Kegiatan eksternal

Kegiatan eksternal adalah kegiatan yang ditujukan kepada publik atau masyarakat di luar sekolah. Kegiatan eksternal dibedakan menjadi dua yaitu kegiatan langsung dan kegiatan tidak langsung.

Kegiatan langsung adalah kegiatan yang dilaksanakan secara langsung misalnya rapat dengan komite sekolah, konsultasi dengan tokoh masyarakat, dan melayani kunjungan tamu. Kegiatan tidak langsung adalah kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat melalui perantara media tertentu, misalnya malalui televisi, radio, media cetak, pameran, dan penerbitan majalah.

 

3.    Media Humas Sekolah

a.    Media dan Alat Kegiatan Humas Sekolah 

Media dan alat kegiatan humas sekolah dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

1)   Media dan alat kegiatan humas sekolah yang bersifat visual (indra penghlihatan)

2)   Media dan alat kegiatan humas sekolah yang bersifat audio (indra pendengaran)

3)   Media dan alat kegiatan humas sekolah yang bersifat audiovisual (indra penglihatan dan pendengaran.[6]

           

                   Media dan alat kegiatan humas sekolah yang bersifat visual dapat berupa:

1)        Pameran sekolah

2)        Foto peristiwa penting

3)        Proyektor dengan slidenya

4)        Majalah dinding

5)        Buletin

6)        Surat kabar

7)        Surat

8)        Selebaran

9)        Pamplet, poster, spanduk

10)    Lambang

11)    Bendera

12)    Karikatur

13)    Gambar

14)    Buku paper, kliping, laporan

15)    Papan pengumuman

16)    Mesin ketik, mesin stensil

17)    Majalah sekolah

18)    Studi lapangan (field study)

19)    Pekan olahraga

20)    Piagam, vandal

21)    Kepramukaan

22)    Pakaian seragam, lencana[7]

 

                   Media dan alat kegiatan humas sekolah yang bersifat audio antara lain:

1)        Radio

2)        Tape recorder

3)        Piringan hitam

4)        Telepon

5)        Pengeras suara

6)        Aipon

7)        Kesenian dan alatnya

8)        Wawancara, tanya jawab, dengar pendapat[8]

 

                    Media dan alat kegiata humas sekolah yang bersifat audiovisual antara lain:

1)        Film

2)        Televisi

3)        Sandiwara, wayang, ketoprak

4)        Tari

5)        Ceramah

6)        Rapat

7)        Diskusi, seminar

8)        Pertemuan, musyawarah

9)        Peringatan hari bersejarah

10)    Acara tutup tahun

11)    Kegiatan sosial masyarakat

12)    Konferensi pers

13)    Kunjungan ke rumah (home visit

14)    Tamu undangan, kunjungan tamu

15)    Pawai dan karnaval. )[9]

 

Referensi

Dozier, D. M. & Broom, G. M. (1986). Advancement for Public Relations Role Models. Public              Relations Review

Zulkarnain Nasution, Manajemen Humas di Lembaga Pendidikan : Konsep, Fenomena dan Aplikasinya, UMM Press, Malang, 2010, Hal. 3

Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan-Teori dan Praktik, Yogyakarta, UII Press, 2016.

 



[1] Dozier, D. M. & Broom, G. M. (1986). Advancement for Public Relations Role Models. Public Relations Review

[2] Zulkarnain Nasution, Manajemen Humas di Lembaga Pendidikan : Konsep, Fenomena dan Aplikasinya, UMM Press, Malang, 2010, Hal. 3

[3] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan-Teori dan Praktik, Yogyakarta, UII Press, 2016.

[4] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan

[5] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan

[6] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan

[7] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan

[8] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan

[9] Fauzan, Pengantar Sistem Administrasi Pendidikan 

No comments:

Post a Comment